Interview bersama M Hendra Permana

M Hendra Permana, a 20 years-old part time graphic designer/illustrator/visual artist what the heck.. label don’t matter, is the guy behind the1988.com, currently live in Jakarta, Indonesia.

Pandangan pertama yang kemudian turun di hati, tentang kamu adalah kolase, seberapa jauh kamu terlibat kamu dengan kolase
Pada awalnya saya menggunakan kolase sebagai zat aditif dalam berkarya, tujuannya untuk mempercantik rupa dan menambah lezat ilustrasi yang saya coba suguhkan. Namun seiring dengan berjalan waktu ternyata saya mendapatkan kesenangan dalam berkolase, saya dituntut untuk dapat menciptakan konsep baru dengan cara mengolah, mengkombinasikan, dan mengkomposisikan serpihan-serpihan gambar yang sudah ada. Disanalah letak keunikannya, bukan sekedar reuse dan recycle.
Motivasi apa yang berjalan sejalan dan menemani kamu ketika kamu bikin sesuatu, entah itu karya, kerjaan ato sesuatu apalah itu?
Enjoy the little things, for one day you may look back and realize they were the big things. Saya selalu berusaha menikmati sepenuh hati setiap langkah-langkah kecil yang saya lakukan dalam hidup, baik dalam berkarya atau hal apapun itu, dengan motivasi bahwa suatu hari dari langkah-langkah kecil tersebut akan lahir sebuah maha karya besar. Seperti kita ketahui quality is not an act, it is a habit.

Pernah punya kebijakan apa yang pernah kamu bikin sendiri untuk diri kamu sendiri ketika kamu mendengar tentang polemik politik yang terjadi seperti sekarang ini, di Indonesia di negara kita?
Saya merasa polemik politik yang terjadi di negeri kita sekarang ini lebih bersifat emosional dan tendensius untuk saling menjatuhkan, dan hal tersebut tidak dapat dipungkiri akan berdampak buruk bagi pengembangan demokrasi dan budaya politik yang beretika. Polemik yang ada hanya akan membuat rakyat semakin susah dan terpuruk. Rakyat terkorbankan seperti pelanduk mati di antara gajah-gajah yang berkelahi (seriusan gini, hehe). Untuk sekarang saya menskip membaca pemberitaan tentang perpolitikan negeri ini. Membosankan.
Pernah punya momen ketika bekerja dengan klien? siapa sajakah itu?
Belum serius sepertinya untuk lebih mengembangkan secara komersial, sejauh ini belum ada klien-klien besar, hanya menikmati paruh waktu menjadi kontributor ilustrasi majalah-majalah lokal, membuat gigs poster, dan t-shirt graphics untuk salah satu clothing company.

Ketika kamu punya artist impian, siapakah itu dan apa yang akan kamu lakukan ketika bisa berjumpa dengannya?
Saya mempunyai banyak artist impian seperti René Magritte, Storm Thorgerson, Josh Keyes yang dimana karya mereka memiliki element of surprise, kombinasi unik dan, non sequitur, lalu Mark Weaver, Julien pacaud dan, Natsko Seki dimana mereka berhasil menciptakan kolase dengan komposisi yang menarik serta pemilihan warna yang sangat baik. Apabila saya bertemu salah satu dari mereka tentu seperti kebanyakan fans terhadap idolanya, rela bajunya ditandatangani :p lalu ritual berfoto bersama. Hehehe.
Terkenal atau survive ?
my goal in life is to survive, everything else is just a bonus.
![]()

Semua ilmu sebenarnya mempunyai kesatuan ujung roots, terlintas pemikiran apa sih tentang pernyataan ini?
semua ilmu memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia. Entah ilmu alam, ilmu sosial, ilmu terapan atau apapun itu semuanya bertujuan sama yaitu menjadikan manusia yang lebih paham.
Tentang sebuah masterpiece, adakah karya mu yang menurtmu layak menjadi masterpiece bagi kamu?
Sejauh ini belum ada, saya masih terus bereksperimen dan berekplorasi, masih belum cukup puas dengan hasil yang ada.

Pada suatu hari besok atau 56 tahun lagi kamu meninggalkan dunia fana, apa yang ingin kau tinggalkan buat anak nanti?
Mudah-mudahan saya meninggal setelah sukses mendidik anak-anak saya, menyekolahkan mereka sampai mereka merasa cukup kuat untuk hidup mandiri menjadi apa yang mereka mau. Amin.
Menurut selentingan, basic pendidikan formal kamu bukan design, jawaban apa yang telah kamu siapkan dari dulu ketika kamu mendapat pernyataan seperti itu?
Hehe ya betul pendidikan formal saya bukan design dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan seni ataupun estetika, tapi hal tersebut bukan menjadi halangan untuk saya tetap berkarya, membiarkan otak kanan saya melakukan apa yang ingin dilakukannya. Dan serius itu sungguh menyenangkan!

13 tahun lagi kamu, ketika semua rumah udah ber AC, kamu akan eksis di mana sih?
Dengan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir, saya rasa AC pada 13 tahun lagi akan dibuat seramah mungkin terhadap lingkungan, selain itu kebijakan publik yang mengatur masalah lingkungan pasti akan diberlakukan seketat mungkin mengingat kondisi bumi kita semakin rapuh, so saya tetap eksis jadi penduduk bumi. God bless planet earth!

Dan pertanyaan terakhir, apa yang ingin kamu sampaikan ke khalayak tentang digital art indonesia
Digital art di Indonesia semakin berkembang pesat, terbukti dengan makin banyaknya digital artists kita yang terkenal di manca negara. Namun sungguh disayangkan kontradiksi dengan prestasi tersebut isu pembajakan sepertinya ikut naik kepermukaan pula, kemudahan teknologi disalahgunakan sebagian orang untuk hanya copy paste dan lantas mengkomersialkannya.
